Nama anggota kelompok
Maulana Ramatiansa (2)
3
Muhammad Ja'far (28)
Muhammad Rafael D.P. (33)
Muhammad Rehan Putra W. (35)
Maulana Ramatiansa (2)
3
Muhammad Ja'far (28)
Muhammad Rafael D.P. (33)
Muhammad Rehan Putra W. (35)
Aktivitas praktik ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan peserta didik dalam meningkatkan keamanan jaringan melalui penerapan Intrusion Detection System (IDS) menggunakan Suricata. Melalui praktik ini, peserta didik diharapkan mampu:
• Memahami konsep dasar IDS dan peran Suricata sebagai salah satu perangkat lunak IDS berbasis signature.
• Melakukan instalasi dan konfigurasi Suricata pada sistem operasi Ubuntu Server.
• Mengonfigurasi interface jaringan yang digunakan untuk proses monitoring (packet capture).
• Menjalankan Suricata sebagai layanan (service) yang aktif secara otomatis saat sistem melakukan booting.
• Melakukan pengujian sistem IDS menggunakan simulasi serangan Denial of Service (DoS) dengan tool hping3.
• Menganalisis log hasil deteksi Suricata untuk memastikan sistem IDS berfungsi dengan baik.
Intrusion Detection System (IDS) merupakan suatu sistem yang berfungsi untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan atau upaya penyusupan pada suatu jaringan komputer. Suricata adalah salah satu perangkat lunak IDS/IPS open source yang mampu melakukan analisis lalu lintas jaringan secara real-time berdasarkan kumpulan aturan (rules) yang telah ditentukan. Ketika terdapat paket data yang sesuai dengan pola serangan pada rules tersebut, Suricata akan mencatatnya ke dalam berkas log sehingga dapat dianalisis lebih lanjut oleh administrator jaringan.
Dalam praktik ini, Suricata dipasang pada sebuah server Ubuntu yang berperan sebagai Server IDS, kemudian dilakukan simulasi serangan dari klien menggunakan tool hping3 untuk menguji apakah Suricata mampu mendeteksi pola serangan tersebut.
Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa:
1. Instalasi dan konfigurasi Suricata pada Ubuntu Server berhasil dilakukan tanpa kendala berarti, setelah dilakukan penyesuaian pada interface monitoring dan jalur rules.
2. Layanan Suricata dapat berjalan secara otomatis saat server melakukan booting berkat konfigurasi systemd service yang telah dibuat.
3. Simulasi serangan DoS menggunakan hping3 berhasil dideteksi oleh Suricata, yang dibuktikan dengan munculnya entri log bertipe SURICATA STREAM Packet with invalid ack dan SURICATA STREAM SHUTDOWN RST invalid ack.
4. Dengan demikian, sistem IDS yang dibangun telah berfungsi sebagaimana mestinya dalam mendeteksi lalu lintas jaringan yang mencurigakan.
Suricata berhasil dipasang dan dikonfigurasi dengan baik pada Ubuntu Server sebagai sistem Intrusion Detection System (IDS). Pengujian menggunakan simulasi serangan Denial of Service (DoS) dari Klien PC 2 (Kali Linux) membuktikan bahwa Suricata mampu mendeteksi aktivitas mencurigakan secara real-time dan mencatatnya ke dalam berkas log. Praktik ini meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta didik dalam membangun serta mengelola sistem keamanan jaringan berbasis IDS.